Swift

Entahlah ...

Aku membuat sebuah judul dengan kata Entah, mungkin kau bingung dan pasti syaraf-syaraf di otakmu sekarang sedang berusaha saling terkoneksi namun yang terjadi hanya korseleting yang membuat kepalamu pusing tujuh keliling. Kalaupun kau bertanya kepadaku, "Ada apakah gerangan?" aku pun segera menjawab dengan kata yang sama, "Entah." (Baca: Entah dengan titik).
Entah mengapa pula, hari ini aku (kembali) tertarik membuka blog (jelek) kotor dan berdebu ini, bukan untuk membersihkan, setidaknya aku hanya ingin meniup-niup debu tebal yang bersemayam di atasnya yang membuat aku terbatuk-batuk. Mungkin karena perut keroncongan yang sudah mulai meresahkan (Sabar, toh? Bentar lagi buka)
Hari ini aku kembali menyelesaikan draft cerpen untuk sebuah kompetisi nasional. Lomba yang sudah aku tunggu-tunggu sejak tiga tahun lalu, yah, karena baru cukup umur buat ikutan. Semoga menang, lah. Hanya semoga? iya, hanya semoga. Karena aku tidak ingin terpuruk dengan naskah yang tidak menang di sebuah perlombaan. TULIS, KIRIM, LUPAKAN, sebuah prinsip menulis dari guru menulis senior yang terus aku ingat dan aku tanamkan sampai sekarang. 
Oh iya, mengenai novelku (yang masih dalam proses) aku janji prosesnya bakal berakhir di 17 Agustus ini (tanpa semoga).


Untuk kau, bersiaplah untuk menjadi pembaca setiaku.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Tulis Kirim Lupakan. Nah gueeeh baru sinopsis aja ... udah ilang juntrungan tuh sinopsis. *koprol cantik

    BalasHapus